GEMBIRA MENYAMBUT TAHUN PELAJARAN 2021/ 2022

Semoga kita selalu semangat menyambut tahun ajaran baru sekolah walaupun dengan kondisi yang masih belum pasti akan kah tatap muka atau tetap daring . Sekarang kita sudah menghadapi ajaran 2021/2022 ,banyak hal yang perlu kita persiapkan sebagai guru ataupun sebagai murid .Untuk para murid terdapat hal yang perlu disiapkan layaknya seragam sekolah, perlengkapan sekolah, jadwal mata pelajaran dan masih banyak lagi. Untuk para guru, juga terdapat beberapa hal yang wajib di persiapkan, seperti daftar kelas, jadwal bel, pembacaan pengumuman di hari pertama dari ruang kantor, daftar murid dari ruangan konseling, buku murid, buku pegangan guru. Bagi para guru dan murid, hari pertama masuk sekolah merupakan hari yang sangat penting dan berharga bagi keduanya. Inilah hari dimana para murid dapat menilai kita apakah berkompeten atau tidak sebagai guru, baik atau jahat, adil atau tidak dan perhatian atau tidak.

Sebagai guru yang baik tentu kita ditegaskan untuk peduli dengan kedisiplinan “Jadilah tegas pada hari pertama mengajar di kelas”, ini merupakan himbauan untuk semua guru dalam hal metode mengajar. Tetapi apa yang terjadi jika beberapa murid merasa takut untuk berbicara? Tentu ini ada batasannya, posisi kita sebagai guru kepada siswa bahwasanya kita adalah seorang guru. Bagaimana kita menjelaskan tugas dan fungsi kita dikelas dan disekolah sebagai guru , akan menjadi menyenangkan jika kita menjalaskan secara baik dan terorganisir. Mulailah menciptakan kondisi dan suasana kelas sesuai dengan yang kita inginkan sejak hari pertama kali masuk kelas. 


Lalu dari pihak orang tua tentunya setiap orangtua mengantarkan anaknya ke sekolah pada awal tahun ajaran baru merupakan salah satu aspek kepedulian orangtua terhadap pendidikan anak. Secara psikologis anak yang diantar pada saat pertama masuk ke sekolah akan lebih bergembira karena mereka merasa diperhatikan orang tuanya,bukan begitu kan bunda ? 
Awal tahun ajaran atau awal masuk sekolah merupakan salah satu momen penting bagi seorang anak. Perhatian orangtua pada momen penting tentu akan berimbas positif pada mentalitas dan semangat belajar anak kita . Kehadiran orangtua merupakan bentuk apresiasi terhadap proses perkembangan anak. Anak yang diapresiasi orangtua tentu akan lebih memiliki jiwa empati yang lebih baik kepada sesama. Orangtua juga akan mengenal lingkungan di saat anak-anak mereka belajar selama beberapa tahun. Hubungan orangtua dengan pihak sekolah juga penting. 

Sekolah akan merasa didukung penuh untuk melaksanakan setiap kebijakan yang bertujuan mendidik dan mencerdaskan siswa. Kegembiraan dan keceriaan dalam proses pembelajaran di sekolah sangatlah penting bagi para siswa. kita sebagai orang tua tentunnya ingin Sekolah menjadi tempat yang ramah bagi siswa. Anak-anak harus merasa senang ketika pergi ke sekolah untuk belajar. Sekolah ramah anak ialah tempat apresiasi kepada murid menjadi hal yang utama. 

Sekolah tidak hanya memberikan pencerdasan secara akademik maupun intelektual, tapi juga menumbuhkan semangat dan karakter yang baik. murid dipandang sebagai individu-individu yang membutuhkan bimbingan tanpa melihat siapa mereka, dari mana mereka berasal, dan apa status sosial mereka. Sekolah harusnya tidak hanya sekedarmengejar pada materi pembelajaran, tetapi juga adanya contoh praktis melalui keteladanan, ketaatan pada tata tertib, nilai-nilai pergaulan, budi pekerti, dan akhlak serta nilai-nilai luhur. 

Murid diberikan kesempatan luas untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Para murid datang dengan antusias dan pulang dengan kegembiraan. Tugas-tugas yang diberikan kepada murid tak lagi dipandang sebagai beban, tetapi secara sadar dipahami murid sebagai proses pembelajaran kehidupan untuk menghadapi masa depan. muridtak akan terpaksa datang ke sekolah. 

Murid akan datang dengan kesadaran penuh bahwa sekolah memberikan proses bermakna bagi kehidupan mereka. Lingkungan sekolah harus dibuat sebagai lingkungan yang ramah bagi perkembangan fisik ataupun psikis siswa. Harapan sekolah menjadi tempat yang ramah dan membawa kegembiraan bagi murid tentu akan terwujud jika kita semua peduli. Anak-anak bangsa yang memiliki kecakapan akademik dan berkarakter tentu tidak akan menjadi impian belaka.