SD NEGERI 1 KALIANGET MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W DI HALAMAN SEKOLAH

Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Arti kata maulid atau milad dalam bahasa Arab mempunyai arti hari lahir.
Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang terus berkembang di masyarakat Islam. Adanya peringatan Maulid Nabi ini merupakan ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW saat lahir ke dunia.
Tujuan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi Muhammad SAW layak diperingati oleh seluruh umat Islam baik sebagai bentuk cinta rasul atau sebagai rasa syukur kepada Allah. Umat Islam merayakan peringatan maulid Nabi dengan rasa gembira dan penuh sukacita dikarenakan telah dilahirkannya seorang pemimpin yang rahmatan lil alamin.
Banyak kegiatan yang yang dapat dilaksanakan untuk memperingati Maulid Nabi SAW seperti ibadah, zikir, shalawat, sedekah makanan, baca Al-Quran dan biasanya ceramah agama. Semasa hidupnya, Nabi Muhammad sendiri juga memperingati kelahirannya dengan berpuasa di hari Senin.
Dalil Memperingati Maulid Nabi SAW
Peringatan maulid Nabi adalah sebuah ungkapan cinta dan gembira kepada Nabi Muhammad SAW. Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus berada diatas segalanya, bahkan melebihi kecintaan pada diri sendiri. Berikut dalil yang menunjukkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW :
لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحبّ إليه من ولده ووالده والناس أجمعين

Artinya:

"Tidak sempurna iman salah satu diantara kamu sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia." (HR. Bukhori Muslim).

Merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan perkara besar dan memuliakan Nabi Muhammad SAW. Umat Islam yang merayakan dan memperingatinya akan diberikan kejayaan dunia dan akhirat. Firman Allah Taala:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوباً عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلاَلَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُواْ بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُواْ النُّورَ الَّذِيَ أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.** Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Quran), mereka itulah orang-orang beruntung." (Q.S. al-A'araf: 157).
Ketika mengadakan acara Maulid Nabi, tentu sangat banyak makna yang dapat diambil untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya terkait 4 sifat terpuji yang dimiliki oleh Nabi Muhammad saw yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

Shiddiq memiliki arti jujur. Sikap ini adalah sebuah sikap esensial yang harus dimiliki oleh setiap orang, mengapa demikian? Karena kejujuran merupakan sebuah modal utama untuk dapat percaya satu sama lain. Yang kedua adalah amanah yang berarti dapat dipercaya. Selain memiliki sifat jujur, seseorang harus berusaha agar dirinya dapat dipercaya dalam mengemban suatu tugas. Sifat amanah yang dimaksud adalah melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya dengan penuh tanggung jawab. Ketiga, tabligh yang berarti menyampaikan. Seseorang harus dapat menyampaikan amanah yang diberikan kepada orang yang berhak menerima amanah tersebut. Terakhir, fathonah yang berarti cerdas. Cerdas bukan berarti terkait pembelajaran akademik saja, tetapi juga tentang cara seseorang untuk dapat memanfaatkan peluang yang ada di dalam hidupnya, atau terkait mencari solusi yang tepat terhadap sebuah masalah yang sedang dihadapinya.

Selain meneladani sifat Nabi Muhammad saw di atas, masih terdapat banyak hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk merealisasikan makna Maulid Nabi dalam kehidupan. Bershalawat juga merupakan hal penting sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad saw. Dengan bershalawat, seseorang akan mendapatkan berbagai kemuliaan seperti dijanjikan pahala berlipat oleh Allah Swt, diangkat derajatnya, bahkan Allah menjanjikan akan mengumpulkan orang yang gemar bershalawat bersama Nabi Muhammad saw di surga. Kemuliaan-kemulian tersebut dapat diraih dengan sangat mudah, yang terpenting adalah niat agar dapat selalu bershalawat di setiap waktu yang ada.

Kemudian, makna Maulid Nabi yang tak kalah penting adalah melestarikan ajaran serta misi perjuangan Nabi Muhammad saw, juga para Nabi sebelumnya. Rasulullah saw telah mengerahkan seluruh jiwa raga dan hartanya demi menyampaikan ajaran Allah Swt kepada umatnya. Bahkan Rasulullah saw juga mewariskan Al-Quran dan sunnah Nabi sebagai pedoman hidup agar terhindar dari kesesatan.

Oleh karena itu, hal yang saat ini harus dilakukan oleh umat Islam adalah memperdalam ajaran Islam sebagai bekal menjawab persoalan-persoalan rumit yang bermunculan dalam kehidupan agar terhindar dari tipu daya kenikmatan sesaat yang menjerumuskan diri pada siksa api neraka.
yang disampaikan oleh KH.MUHAMMAD SHOFI, Lc,.M.Pd

Kepala SD Negeri 1 Kalianget, Bapak H. PRIYANTO, M.Pd, merasa bersyukur dengan digelarnya acara Maulid Nabi pada malam Sabtu. Karena Semua Siswa dan Siswi beserta wali murid turut menghadiri acara maulid Nabi. ‘’Alhamdulillah kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW  yang diselenggarakan SD Negeri 1 Kalianget dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana. Lebih lanjut, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Bapak SLAMET RASIMIN, S.Pd.I, menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah agar dapat menumbuhkan cinta dan memberikan pengetahuan kepada para siswa-siswi terkait dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW. ‘’Karena Nabi Muhammad SAW diutus ke muka bumi ini adalah untuk menyempurnakan akhlak.

Mudah-mudahan, dengan digelarnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi wasilah untuk memperbaiki akhlak dan juga karakter para siswa-siswi SD Negeri 1 Kalianget. Dengan mengajarkan keteladanan sejak dini Insya Allah  ke depan bisa menjadi pribadi dan generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah, berjiwa sosial tinggi, serta bersikap, bertutur kata yang santun, sesuai dengan tuntunan Alquran dan Hadits. Semoga Seluruh siswa yang sudah mengikuti kegiatan ini mendapat tambahan pengalaman yang berharga untuk ke depan menjadi lebih baik.

#SDN1KALIANGET...YES